Kutai Kartanegara
Pulau Kumala, Antara Nostalgia dan Realitas Bisnis
HEADLINENUSANTARA.COM, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kembalimelirik Pulau Kumala sebagai destinasi wisata andalan. Pulau buatan di tengah Sungai Mahakam itu pernah menjadi ikon hiburan warga Kukar, lengkap dengan wahana waterboom, kereta gantung, hingga menara sky tower.
Namun, romantisme masa lalu tak mudah dihidupkan. Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengakuibiaya perawatan fasilitas lama terlalu tinggi. “Hampir sama dengan membangun baru di era sekarang,” ujarnya saat meninjau Pulau Kumala beberapa waktu lalu.
Kereta gantung dan sky tower yang dulu jadi magnet wisatawan, ternyata membutuhkan sukucadang impor dari Jerman. Harga pengadaan dan perawatan melonjak, membuat rencanareaktivasi tak masuk hitungan bisnis.
“Kemarin sempat dicoba, biayanya sangat tinggi,” kata Rendi.
Pemkab akhirnya memutuskan menutup buku atas dua ikon lama itu. Pertimbangannya sederhana: tidak efisien, tidak ekonomis. Fokus kini dialihkan pada pengembangan atraksi yang lebih realistisdan berkelanjutan.
Pulau Kumala, yang pernah jadi simbol ambisi wisata Kukar, kini menunggu babak baru—lebihsederhana, tapi diharapkan tetap memikat.
Penulis: Redaksi Headline Nusantara
Editor: Awan
 adv Kukar 

