Utama
Perjalanan Gubernur Kaltim ke Maroko Disorot DPRD, Dinilai Tak Sejalan dengan Wacana Efisiensi

HEADLINENUSANTARA.COM, Samarinda - Kunjungan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud bersama istrinya Sarifah Suraidah dan sejumlah pejabat Pemprov Kaltim ke Maroko untuk menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional, Selasa (26/8/2025), menuai sorotan publik.
Di tengah upaya efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah, keberangkatan rombongan besar tersebut dianggap perlu diklarifikasi lebih lanjut, terutama terkait penggunaan anggaran dan urgensi kehadiran pejabat secara langsung.
Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, mengungkapkan perlunya transparansi kepada publik terkait pembiayaan perjalanan tersebut.
"Yang pasti, hasil kunjungan ke Maroko itu harus bisa disampaikan ke publik. Biarlah publik yang menilai, apakah memang urgen," ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Menurut Baharuddin, sorotan masyarakat tidak hanya tertuju pada kehadiran gubernur, tetapi juga pada jumlah rombongan yang turut serta, termasuk istri gubernur, sekretaris daerah (Sekda), kepala biro, hingga pejabat lainnya.
"Masyarakat mempertanyakan, apakah tidak cukup satu orang saja yang berangkat, seperti Ketua LPTQ atau Sekda? Karena jumlah yang berangkat cukup banyak," tambahnya.
Baharuddin juga menyinggung soal kejelasan penggunaan anggaran. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari Pemprov Kaltim terkait apakah perjalanan tersebut menggunakan dana pribadi, APBD, atau anggaran dari DPR RI, mengingat Sarifah Suraidah juga merupakan anggota DPR RI Komisi VI.
"Kalau benar menggunakan dana pribadi, maka tidak ada persoalan. Tapi jika menggunakan dana pemerintah, maka harus dijelaskan dasar anggarannya. Tidak boleh sembarangan karena itu uang rakyat," tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran daerah di tengah pemotongan dana transfer dari pusat yang mulai diberlakukan pada APBD 2026 mendatang. Menurutnya, pejabat daerah seharusnya lebih fokus pada program-program langsung menyentuh masyarakat, ketimbang melakukan perjalanan ke luar negeri dalam jumlah besar.
"Saya sendiri tidak pernah menggunakan dana negara untuk kunjungan ke luar negeri. Saya lebih memilih menggunakan dana pribadi jika memang harus berangkat," ungkapnya.
DPRD Kaltim, lanjut Baharuddin, mendorong Pemprov untuk terbuka kepada publik mengenai manfaat kunjungan ke Maroko dan bagaimana keberangkatan tersebut memberi dampak bagi pembangunan daerah, khususnya di bidang keagamaan.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Selasar.co telah berupaya mengonfirmasi hal ini kepada pihak Pemprov Kaltim, namun belum mendapatkan jawaban.
Penulis: Redaksi Headline Nusantara
Editor: Awan
Rudy Mas'ud  Gubernur Kaltim  Gubernur Kaltim ke Maroko  Musabaqah Tilawatil Qur’an  MTQ Internasional  Musabaqah Tilawatil Qur’an Internasional  DPRD Kaltim