Ekonomi Bisnis
Kaltim Digifest 2025 Resmi Dibuka, BI Dorong Akselerasi Ekonomi Digital Menuju Generasi Emas

HEADLINENUSANTARA.CO, Samarinda — Festival Ekonomi Digital terbesar di Kalimantan Timur, Kaltim Digifest 2025, resmi dibuka hari ini di Ruang Maratua, lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Timur. Acara ini menjadi momentum strategis dalam mendorong akselerasi transformasi digital di Benua Etam.
Mengusung tema “Akselerasi Transformasi Digital Kalimantan Timur Menuju Generasi Emas”, Kaltim Digifest 2025 merupakan hasil kolaborasi antara KPwBI Kaltim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Kaltimtara, serta berbagai pemangku kepentingan dari sektor perbankan, industri, akademisi, dan komunitas digital.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival ini. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Digitalisasi Indonesia terus tumbuh pesat dengan penetrasi internet yang diperkuat melalui implementasi Blueprint Sistem Pembayaran 2025–2030 lewat kanal QRIS, BI-FAST, SNAP, dan e-commerce. Transaksi pembayaran digital nasional pada Juli 2025 telah menembus 4,44 miliar atau tumbuh 45,3% secara tahunan. QRIS sendiri mencatat pertumbuhan 162,77% dengan 57 juta pengguna dan 39,3 juta merchant,” ujar Budi.
Ia juga menyoroti capaian inklusi keuangan Kalimantan Timur yang telah mencapai 93,25%, meski literasi keuangan masih berada di angka 57,14%. Menurutnya, hal ini menjadi tantangan bersama untuk terus mendorong edukasi dan pemanfaatan transaksi digital, terutama di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini didukung oleh infrastruktur SATRIA-1 dan jaringan 5G.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur yang turut hadir dalam pembukaan menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang aktif mendukung transformasi digital daerah. Ia menegaskan bahwa penguatan ekosistem digital tidak hanya meningkatkan daya saing daerah dan mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, tetapi juga berkontribusi terhadap visi pembangunan nasional dalam kerangka Astacita.
Festival yang berlangsung selama tiga hari, dari 29 hingga 31 Agustus, akan diramaikan oleh berbagai kegiatan seperti Digital Economy Talkshow bersama pakar nasional dan pelaku industri digital, Kaltim Run DigiFest, Food Expo & Bazaar untuk mendukung UMKM kuliner lokal, serta QRISperience Competitions yang mengajak masyarakat berinteraksi langsung dengan teknologi pembayaran digital.
Budi Widihartanto menutup sambutannya dengan komitmen Bank Indonesia untuk terus bersinergi bersama pemerintah daerah, perbankan, komunitas, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital Kalimantan Timur.
“Kami percaya bahwa transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang inklusi, efisiensi, dan keberlanjutan. Kaltim Digifest adalah wujud nyata dari semangat itu,” pungkasnya.
Penulis: Yoghy Irfan
Editor: Awan
Bank Indonesia Kaltim  Pemprov Kaltim  Pertemuan Bank Indonesia Kaltim  Ekonomi kaltim  BI Kaltim