Utama

Kredit Perbankan Kaltim Tumbuh di Tengah Tekanan Global



Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim dan Kaltara, Misran Pasaribu. (IST)
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim dan Kaltara, Misran Pasaribu. (IST)

HEADLINENUSANTARA.COM, Samarinda – Di tengah bayang-bayang perlambatan ekonomi dunia, penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Timur justru mencatat pertumbuhan signifikan. Per Februari 2026, kredit tumbuh 13,16 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), menembus Rp 109,20 triliun.

“Terdapat sinyal bahwa permintaan pembiayaan di tingkat rumah tangga dan usaha daerah masih bergerak aktif,” tulis Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim dan Kaltara, Misran Pasaribu, dalam rilis yang diterima Selasa, 28 April 2026.

Misran merinci, kredit berdasarkan lokasi penggunaan atau proyek naik 7,51 persen (yoy) menjadi Rp 203,26 triliun. Sektor pertambangan dan penggalian mendominasi dengan Rp 43,45 triliun atau 21,38 persen dari total kredit, disusul rumah tangga Rp 36,44 triliun atau 17,93 persen.

Jika ditinjau dari lokasi bank, rumah tangga justru menjadi penyerap terbesar dengan Rp 34,13 triliun atau 31,26 persen. Pertanian, kehutanan, dan perikanan menempati posisi kedua Rp 15,65 triliun, lalu perdagangan besar dan eceran Rp 14,14 triliun.

Namun, di sisi lain, total aset perbankan Kaltim mengalami kontraksi. Per Februari 2026, aset tercatat Rp 169,03 triliun, turun 6,98 persen (yoy). Dana Pihak Ketiga (DPK) ikut merosot 8,02 persen ke angka yang sama.

“Meski begitu, nominal DPK masih melampaui total kredit yang disalurkan, sehingga perbankan Kaltim dinilai masih memiliki ruang untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi sepanjang 2026,” terang Misran.

Dari sisi risiko, kredit investasi mencatat rasio Non Performing Loan (NPL) paling rendah. Berdasarkan lokasi bank, NPL hanya 0,98 persen dari total kredit investasi Rp 50,09 triliun. Sementara berdasarkan lokasi penggunaan, NPL tercatat 0,72 persen dari Rp 90,04 triliun.

“NPL kredit konsumtif dan modal kerja masih terjaga di bawah 5 persen, baik berdasarkan lokasi bank maupun lokasi penggunaan atau proyek,” pungkas Misran.

OJK Kaltim dan Kaltara menilai kondisi ini sebagai cerminan ketahanan sektor keuangan daerah. “Hal ini menunjukkan peran industri keuangan yang kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah hingga tingkat UMKM di Kalimantan Timur. Selain itu, upaya edukasi dan inklusi keuangan terus dilaksanakan guna meningkatkan pelindungan konsumen serta mendorong kesejahteraan masyarakat,” tutup Misran.

Penulis: Redaksi Headline Nusantara
Editor: Yoghy Irfan

OJK Kaltimtara  OJK  UMKM Kaltim  

Berita Lainnya