Kutai Kartanegara

Embung Maluhu untuk Irigasi Sekaligus Penahan Banjir



HEADLINENUSANTARA.COM, Tenggarong - Pemerintah Kelurahan Maluhu terus berupaya mencarikan solusi persoalan pasokan air di kawasan pertanian milik warga. Salahsatunya dengan dibangunnya embung di lahan milik pemerintah kelurahan. Embung itu dibangun dengan sistem pengelolaan air yang terintegrasi langsung dengan kawasan pertanian padi sawah.

Biaya Pembangunan embung ini mencapai miliaran rupiah, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Kartanegara (Kukar) di tahun anggaran 2024. "Anggaran embung Maluhu ini kurang lebihnya sekitar Rp3 miliar, hingga jadi seperti ini dalam kurun waktu satu tahun di 2024," ujar Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro.

Embung tersebut dapat menyuplai pasokan air di lahan pertanian yang meliputi beberapa Rukun Tetangga (RT), yakni RT 17, 18,19,20, dan RT 21. "Embung Maluhu ini fungsinya adalah untuk irigasi pertanian kami," sebutnya.

Embung yang telah selesai dibangun pada tahun 2024 lalu itu juga disebut dapat mengatasi persoalan banjir di kawasan Maluhu dan sekitarnya. "Jadi fungsi utamanya adalah irigasi pertanian warga kami, juga untuk penahan banjir di wilayah Maluhu," pungkasnya.

Penulis: Redaksi Headline Nusantara
Editor: Awan

Embung Maluhu  Penahan Banjir  Diskominfo Kukar 

Berita Lainnya